Perayaan Pukana 7 Syawal di Negeri Larike, Merawat Tradisi dan Memperkuat Persaudaraan
https://www.malukuchannelonline.com/2026/04/perayaan-pukana-7-syawal-di-negeri.html
MASOHI, MALUKU CHANNEL - Tradisi boleh diwariskan oleh leluhur, tetapi persaudaraan harus terus dirawat oleh generasi yang hidup hari ini. Pukana bukan hanya perayaan 7 Syawal, tetapi jembatan hati yang menyatukan basudara dalam adat, dalam iman, dan dalam kebersamaan.
Dua kalimat diatas adalah pesan sederhana yang disampaikan oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir saat menghadiri acara perayaan 7 Syawal "Pukana" 1447 H atau Hari Raya Kecil di Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat (Leihibar), Jumat (27/03/2026).
Acara yang dilaksanakan didepan Masjid At Taqwa Negeri Larike/Letehina itu dihadiri oleh istri Wakil Gubernur Maluku, Ibu Rohani Vanath, anggota DPRD Maluku Tengah, para pimpinan OPD dilingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah, dan para tokoh masyarakat.
Bupati Zulkarnain, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan 7 Syawal Pukana adalah tradisi kebanggaan yang merupakan sebuah warisan budaya luhur yang telah hidup turun-temurun di Negeri Larike.
Dikatakan, "Pukana” adalah wujud nyata dari semangat hidup orang basudara yang tidak hanya mengikat warga Negeri Larike, tetapi juga memperkuat hubungan dengan basudara dari negeri-negeri tetangga.
"Hari ini kita akan menyaksikan berbagai atraksi yang luar biasa, mulai dari atraksi silat, silat pedang, seni budaya Islam, hingga pertunjukan adat yang menggambarkan keberanian, ketangkasan, sekaligus nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi," ungkap Bupati Zulkarnain.
Orang nomor satu di Kabupaten Maluku Tengah tersebut menyatakan rasa hormat dan kebanggaannya dapat kembali menyaksikan secara langsung perayaan ini.
Menurutnya, Pukana juga menjadi media pendidikan bagi generasi muda, agar terus mengenal jati diri, menghormati adat istiadat, serta menjaga nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Bupati Zulkarnain, mengatakan Pemda Maluku Tengah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan adat dan budaya.
"Karena kami meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya identitas budaya dan kokohnya persaudaraan masyarakat," ucap Bupati Zulkarnain.
Bang Ozan, berharap agar tradisi ini terus dilestarikan, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga kebersamaan yang terbangun hari ini akan terus hidup sepanjang masa.
"Semoga melalui momentum ini, kita semakin mempererat tali silaturahmi, menjaga kedamaian, serta membangun Kabupaten Maluku Tengah yang lebih harmonis, berbudaya, dan penuh persaudaraan," tutup Magister Administrasi Publik ini. (MC-JB)