Loading...

Pemda Malteng Dorong Pembangunan Banda Green Lewat Skema Multipendanaan

JAKARTA, MALUKU CHANNEL - Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain Awat Amir, SP, M.AP memaparkan Rencana Aksi (Renaksi) bertajuk "Banda Green: Nafas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam" pada tahapan akhir Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III tahun 2026 yang berlangsung diaula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (23/07/2026).

Renaksi tersebut menjadi salah satu gagasan strategis yang ditawarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Malteng dalam mendorong pembangunan Kepulauan Banda melalui pendekatan kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis multipendanaan. Konsep ini diharapkan mampu menjawab tantangan keterbatasan fiskal daerah sekaligus mempercepat pembangunan tanpa mengabaikan nilai sejarah, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Setda Kabupaten Malteng, Rahmat, SH, M.Si menjelaskan bahwa KPPD merupakan program peningkatan kapasitas kepemimpinan bagi kepala daerah yang diselenggarakan pada 14 - 24 Juli 2026. Sebanyak 25 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut dengan materi yang berfokus pada kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, serta pembangunan nasional.

Dalam forum tersebut, Bupati Malteng mempresentasikan visi pembangunan Kepulauan Banda sebagai kawasan yang memiliki keunggulan luar biasa karena memadukan tiga (3) kekuatan utama, yakni kekayaan budaya, nilai sejarah dunia, dan pesona alam yang masih terjaga.

Menurut Bupati, Banda merupakan satu-satunya wilayah kepulauan di Indonesia, bahkan memiliki karakter yang langka di dunia, karena mampu menyatukan ketiga nilai tersebut dalam satu (1) kawasan. Oleh sebab itu, pembangunan Banda harus dilakukan secara terpadu agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan warisan budaya maupun kelestarian lingkungan.

Melalui konsep "Banda Green", Pemda Malteng merancang pembangunan yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur hijau, pelestarian cagar budaya, penguatan sektor pariwisata, peningkatan pelayanan dasar, perlindungan lingkungan hidup, hingga pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.

Rahmat menjelaskan, penyusunan Renaksi tersebut disesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas. Karena itu, implementasinya dirancang secara bertahap pada periode 2027 - 2029 melalui pendekatan kolaboratif dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan.

"Bupati menyadari bahwa kapasitas fiskal Kabupaten Malteng masih sangat terbatas. Karena itu, implementasi Renaksi Banda Green dirancang secara bertahap melalui pendekatan kolaboratif dan multipendanaan. Beliau akan berperan sebagai dirigen yang mengorkestrasi seluruh potensi sumber pembiayaan agar bergerak menuju tujuan yang sama," ungkap Kabag Prokopim.

Skema multipendanaan tersebut akan mengintegrasikan dukungan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Maluku, APBD Kabupaten Malteng, serta berbagai bentuk kemitraan bersama kementerian dan lembaga pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Pendekatan tersebut diyakini akan mempercepat realisasi pembangunan Banda tanpa bergantung pada satu sumber anggaran, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah.
Rahmat menambahkan, tema "Banda Green: Nafas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam" dipilih sebagai simbol komitmen Pemda Melteng dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian sejarah dan budaya, serta keberlanjutan lingkungan.

Semangat tersebut juga sejalan dengan ungkapan tokoh bangsa Sutan Sjahrir, "Jangan mati sebelum ke Banda," yang menggambarkan besarnya nilai sejarah dan keindahan Kepulauan Banda sebagai salah satu warisan dunia yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam pemaparan Renaksi tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Bapplitbangda Kabupaten Malteng dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Kabupaten Malteng. Kehadiran kedua perangkat daerah itu menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam menyusun perencanaan pembangunan yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil.

Melalui Renaksi Banda Green, Pemda Melteng menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kepulauan Banda sebagai kawasan yang maju, inklusif, dan berkelanjutan. Tidak hanya sebagai destinasi wisata kelas dunia, Banda juga diharapkan menjadi contoh pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, pelestarian warisan sejarah dan budaya, serta kelestarian alam bagi generasi sekarang maupun masa depan. (MC-JB)
Malteng 5981729557827591844

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

ORGANISASI PROFESI

TRENDING TOPIC