Jalan Strategis Maluku Tengah Dibangun, Konektivitas dan Ekonomi Makin Kuat
https://www.malukuchannelonline.com/2026/07/jalan-strategis-maluku-tengah-dibangun.html
MASOHI, MALUKU CHANNEL - Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah (Malteng) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur terus membuahkan hasil. Berkat sinergi yang kuat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) mengalokasikan anggaran sebesar Rp225,22 miliar untuk pembangunan sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Malteng.
Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Setda Kabupaten Malteng, Rahmat, SH, M.Si yang menjelaskan bahwa dukungan Pempus merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemda Malteng dan BPJN Maluku dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Malteng, Hasan Firdausi, mengatakan alokasi anggaran tersebut merupakan tindaklanjut atas usulan yang terus diperjuangkan Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir, SP, M.AP kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menurutnya, pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemda karena memiliki peran penting dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar arus transportasi, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Dukungan BPJN Maluku menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ungkap Hasan.
Pada tahap awal, melalui Program IJD, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp54,96 miliar untuk pembangunan 4 ruas jalan yang telah dan sedang dikerjakan, yakni Jalan Haria - Haria Gunung I, Haria - Haria Gunung II, Simpang Lintas Seram - Mulumed, serta Simpang Lintas Seram - Wailoping.
Keempat ruas tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan kawasan pertanian, perkebunan, dan perikanan dengan pusat distribusi hasil produksi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, pada tahun 2026 pemerintah akan melanjutkan pembangunan melalui paket pekerjaan senilai Rp170,26 miliar yang meliputi ruas Simpang Lintas Seram - Sawai dan Masihulan - Olong, pembangunan 13 ruas jalan di Pulau Banda Neira, ruas Simpang Lintas Seram - KTM Jalur 1 dan Jalur 2, serta ruas Jerili - Layeni Jalur 10 dan Trana - Jerili.
Pembangunan ruas-ruas tersebut diarahkan untuk memperkuat akses menuju kawasan pertanian, perkebunan, perikanan, sentra logistik, kawasan transmigrasi, hingga mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Banda Neira sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.
Selain meningkatkan konektivitas antar wilayah, pembangunan infrastruktur jalan juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa, menekan biaya transportasi, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung pengembangan pelabuhan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Malteng.
Keberhasilan menghadirkan investasi infrastruktur melalui pendanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara Pemda Malteng, BPJN Maluku, dan Kementerian PU dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.
Pemda Malteng optimistis pembangunan jalan tersebut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan publik, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi, serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat diseluruh wilayah Kabupaten Malteng. (MC-JB)