Usulan Bupati Malteng Direspons Cepat, BWS Mulai Survei Talud Banda Neira
https://www.malukuchannelonline.com/2026/07/usulan-bupati-malteng-direspons-cepat.html
MASOHI, MALUKU CHANNEL - Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis kembali membuahkan hasil. Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, Kementerian Pekerjaan Umum, bergerak cepat dengan melakukan survei teknis dikawasan pantai sekitar Pelabuhan Banda Neira, Rabu (15/07/2026), sebagai tindaklanjut atas usulan Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain Awat Amir, SP, M.AP kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo.
Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Setda Kabupaten Malteng, Rahmat, SH, M.Si.
Survei dilakukan oleh tim teknis Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku setelah menyelesaikan peninjauan lokasi abrasi pantai di Negeri Haya, Kecamatan Tehoru. Langkah ini merupakan respons cepat atas arahan Menteri PU Republik Indonesia (RI) sekaligus tindaklanjut terhadap usulan Pemda Malteng terkait penanganan kerusakan talud disekitar Pelabuhan Banda Neira.
Rahmat menjelaskan, perbaikan talud dikawasan Pelabuhan Banda Neira menjadi salah satu prioritas yang disampaikan langsung oleh Bupati Zulkarnain Awat Amir saat Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri PU di Banda Neira beberapa waktu lalu.
"Selain penanganan abrasi pantai di Negeri Haya, Bupati juga mengusulkan perbaikan talud disekitar Pelabuhan Banda Neira. Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir, menjaga keselamatan masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran transportasi laut dan aktivitas pariwisata di Kepulauan Banda," ungkap Rahmat.
Berdasarkan hasil survei awal, tim teknis BWS Maluku mengidentifikasi sekitar 150 meter talud pantai yang memerlukan penanganan. Secara teknis, konstruksi pengaman pantai direncanakan menggunakan kubus beton untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman gelombang dan abrasi.
Rahmat menambahkan, BWS Maluku menempatkan penanganan talud tersebut sebagai salah satu prioritas dan menargetkan proses tindaklanjut dapat dimulai secepatnya pada tahun 2026, sesuai hasil kajian teknis dan kesiapan program.
"Respons cepat yang ditunjukkan Kementerian PU melalui BWS Maluku merupakan bukti nyata sinergi yang kuat antara Pemerintah Pusat (Pempus) dan Pemda Malteng. Hal ini menunjukkan bahwa aspirasi daerah mendapat perhatian serius sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Pemda Malteng menyampaikan apresiasi kepada Menteri PU RI beserta jajaran BWS Maluku atas respons cepat terhadap usulan tersebut.
Diharapkan penanganan talud di Pelabuhan Banda Neira segera direalisasikan agar mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat konektivitas transportasi laut dan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kepulauan Banda. (MC-JB)