Loading...

Akibat Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Malteng Terendam Banjir

Ilustrasi
MASOHI, Malukuchannel.com - Ratusan Rumah di Kecamatan Seram Utara Timur Seti Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) diterjang banjir setelah hujan deras melanda wilayah itu. Banjir mulai menerjang rumah warga pada, Minggu (31/03/2019).

“Banjir yang terjadi di Loping Mulyo tersebut diakibatkan intensitas curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan sebanyak 230 rumah warga terendam,” kata Kepala BPBD Malteng Bob Rahmat, di Masohi.

Dijelaskan, akibat banjir tersebut tidak ada korban jiwa, namun ada sebanyak kurang lebih 230 rumah warga terendam akibat ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Menurut dia, faktor yang menyebabkan banjir turut dipengaruhi oleh dampak lingkungan yang diakibatkan oleh operasi dalam pengelolaan lahan yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang di sepakati bersama baik dengan pemerintah daerah maupun dengan masyarakat adat setempat.

Kendati demikian tambah Bob Rahmat, untuk bisa mengatasi masalah banjir yang sering terjadi maka pemda malteng harus mengkaji dan melakukan evaluasi terhadap daerah-daerah yang sering mengalami banjir pada musim penghujan bahkan mengevaluasi pengoperasian badan usaha di daerah Seram Utara Timur Kobi maupun Seram Utara Timur Kobi.

“Sangat diperlukan audit lingkungan oleh SKPD terkait,” ucap Rahmat.

Dia mengakui sudah membicarakan tentang audit lingkungan oleh SKPD terkait dalam rapat koordinasi (rakor) SKPD terkait yang dilakukan beberapa waktu lalu seperti Dinas PUPR, dinas Sosial, Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa SKPD lainnya.

“Kalau hal ini tidak segera dilakukan, saya yakin kalau pastinya banjir musiman akan terus terjadi ketika musim hujan akan mengguyur sebagian wilayah di kecamatan Seram Utara Timur Seti maupun di kecamatan Seram Utara Timur Kobi,” ungkap Bob.

Sementara itu wakil bupati Malteng Marlatu L. Leleury,SE ketika dikonfirmasi terkait mengatakan banjir yang melanda negeri Loping Mulyo diakiibatkan oleh cuaca ekstrim.

Selain cuaca ekstrim, tambah dia, mungkin saja akibat dari lingkungan disekitar alur sungai , saluran irigasi atau juga karena akibat dari adanya perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara liar atau tidak sesuai dengan perijinan yang dikeluarkan.

“Karena itu kita perlu dukduk bersama untuk mencari jalan keluarnya, kalau sudah seperti ini tidak perlu lagi saling menyalahkan tapi harus cari solusi pemecahan masalah agar kejadian ini tidak berulang- ulang terjadi di kawasan yang selalu dilanda banjir,” tegas wakil bupati. (MC)
Malteng 1484458898610961603

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

IKLAN

TRENDING TOPIC