Loading...

Komisi I DPRD Maluku Tinjau Lokasi Konflik di Leihitu, Wahid Laitupa: Tahan Diri dan Jaga Perdamaian

AMBON, MALUKU CHANNEL - Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wahid Laitupa, kepada media ini di kediamannya, Sabtu (14/2/2026), mengungkapkan bahwa kunjungan Komisi I DPRD Provinsi Maluku ke Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, dilakukan dalam rangka tugas pengawasan terkait konflik antara Negeri Morella dan Negeri Hitu Meseng.

Menurut Wahid, awalnya agenda pengawasan DPRD direncanakan ke Banda. Namun, karena terjadi konflik di wilayah Leihitu, agenda tersebut dialihkan ke Maluku Tengah untuk meninjau langsung situasi di dua negeri yang bertikai.

“Kunjungan kami pada tanggal 12 dilakukan di Negeri Hitu Meseng. Pertemuan berlangsung di kediaman Raja Negeri Hitu Meseng dan dihadiri tokoh pemuda, tokoh agama, raja negeri, serta warga termasuk para korban yang rumahnya terbakar,” jelas Wahid.

Ia menegaskan bahwa kunjungan Komisi I bukan dalam rangka investigasi hukum, melainkan pengawasan politik. DPRD tidak membuka ruang tanya jawab, melainkan hanya menampung seluruh aspirasi dan masukan masyarakat dari kedua belah pihak.

“Kami datang bukan untuk investigasi hukum. Itu ranah kepolisian. Kami melakukan pengawasan dan menyerap aspirasi untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut,” ujarnya.

Setelah pertemuan di Hitu Meseng, rombongan Komisi I meninjau langsung lokasi rumah-rumah yang terbakar. Berdasarkan data pemerintah, sekitar kurang lebih 12 rumah terdampak, dengan tingkat kerusakan berbeda-beda.

Rumah semi permanen dilaporkan hangus terbakar, sementara rumah permanen sebagian besar mengalami kerusakan pada bagian atap. Dari Hitu Meseng, rombongan melanjutkan kunjungan ke Negeri Morella dengan agenda yang sama, yakni menerima masukan masyarakat tanpa sesi tanya jawab.

Wahid yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Maluku Tengah dan anak Jazirah Leihitu menyampaikan bahwa dirinya ditunjuk sebagai Ketua Tim Pengawasan berdasarkan kesepakatan internal Komisi I.

Hasil pengawasan tersebut, lanjutnya, akan dibahas dalam agenda internal komisi. DPRD Provinsi Maluku berencana memanggil sejumlah pihak terkait, di antaranya Polda Maluku, Polres, kepala pemerintahan negeri yang bertikai, serta Bupati Maluku Tengah untuk membicarakan langkah penyelesaian.

“Memang sebelumnya sudah ada kunjungan dari Polda, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. DPRD hadir untuk melengkapi fungsi pengawasan,” katanya.

Ia berharap penyelesaian konflik dapat segera dilakukan, mengingat situasi saat ini memasuki bulan suci Ramadan dan para korban membutuhkan penanganan cepat.

“Tugas kami adalah merumuskan rekomendasi, apakah penanganannya menjadi tanggung jawab Kabupaten Maluku Tengah sepenuhnya atau dibagi dengan Pemerintah Provinsi. Itu akan diputuskan dalam rapat bersama pihak terkait,” jelasnya.

Sebagai anak Jazirah Leihitu, Wahid mengimbau masyarakat kedua belah pihak untuk menahan diri dan tidak memperluas konflik ke wilayah lain.

“Saya berharap konflik ini hanya terjadi di lokasi kejadian dan tidak meluas. Mari kita jaga persaudaraan. Jangan mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial yang sering menjadi pemicu berkembangnya konflik,” tegasnya.

Ia optimistis kehadiran Komisi I dapat mendorong kesadaran bersama untuk menjaga perdamaian. “Ini bulan puasa. Mari kita bersihkan hati dan diri, menjaga persaudaraan dan kedamaian demi kebaikan bersama,” tutup Wahid. (MC-JB)
Daerah 3344046317510003897

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

ORGANISASI PROFESI

TRENDING TOPIC