Loading...

Masyarakat Negeri Rutah Adakan Zikir dan Do'a Mengenang 120 Tahun Bahaya Seram

MASOHI, Malukuchannel.com - 120 tahun sudah tragedi gempa bumi dan stunami melandah pulau seram, pada (29/09/1899) Negeri Amahai Islam yang mana saat ini telah menjadi Negeri Rutah, pada saat itu ditenggelamkan oleh gelombang stunami yang begitu dasyat, sehingga masyarakat Amahai Islam berpindah menjadi Negeri Rutah.

Trauma serta rasa takut akan kejadian 120 tahun silam, tak ingin lagi terjadi tragedi yang sama,"Warga masyarakat Negeri Rutah menjelang tanggal 29 bulan 9 rutin melakukan zikir akkbar dan do'a bersama".

"Tak terkecuali tahun ini. Dipimpin langsung oleh Pejabat Kepalah Pemerintah Negeri Rutah. Djumadi Latarissa, bersama panitia pelaksana melakukan zikir akbar dan doa bersama di Masjid Amahai Salam Negeri Soahuku dan Masjid Nurul Ahmad Negeri Rutah. selepas ba'ada isya yang di pandu oleh Imam Masjid Amahai Salam Negeri Soahuku kemudian kembali zikir dan doa bersama dilaksanakan di Masjid Nurul Ahmad Negeri Rutah, pukul 23.30 wit bertujuan untuk memintah perlindungan keselamatan dari Allah SWT dijauhkan dari segalah bencana serta mendoakan parah leluhur yang meninggal akibat bencana yang terjadi 120 tahun lalu.

Tak sampai di situ, kegiatan mengenang 120 tahun bahaya seram kembali dilanjutkan Senin (01/10/2019) pukul 14.00 wit bertempat di depan kantor balai Desa Negeri Rutah. dihadiri oleh Pejabat Kepalah Pemerintah Negeri Rutah. Djumadi Latarissa, Wakil Ketua Saniri Negeri Hi. Abdul Rauf Latarissa, Babinkam timnas Briptu Norma Ura, Imam Masjid Negeri Rutah. Amru Latarissa, Ketua Ikolola Jakarta. Djunaidi Latarissa.

Dengan thema "mengenang 120 tahun bahaya seram sebagai landasan untuk mengangkat tradisi dan kebudayaan yang mulai memudar" Panitia pelaksana yang di ketuai oleh. Ardiansyah Wattimena, pada kegiatan tersebut kembali mengangkat budaya tarian Parissa peninggalan leluhur yang hampir pudar kini ditampilkan kembali oleh sekelompok muda mudi Negeri Lounussa Tomaralah agar dapat selalu dilestarikan.

Pejabat Kepalah Pemerintah Negeri Rutah dalam sambutanya sore itu, menyampaikan bahwa kami selaku pemerintah negeri mendukung penuh atas kerja keras dan semangat dari panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

Latarissa juga memberikan Afresiasi kepada panitia yang mana telah mengangkat tradisi dan budaya yang hampir pudar salah satunya tarian parissa yang sudah puluhan tahun tak pernah diangkat, kini di tampilkan kembali dan di saksikan oleh masyarakat, itu sungguh luar biasa bangganya.

"Latarissa juga berpesan kepada muda mudi lounussa tomaralah untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya yang ada pada negeri yang sama-sama kita cintai ini.

Sebagai anak cucu Negeri Rutah yang cinta akan Negeri. Djunaidi Latarissa, selaku Ketua Ikatan Keluarga Lounussa Tomarlah (Ikolola) Jakarta merasa terpanggil untuk menghadiri kegiatan tersebut juga dalam sambutannya mengatakan, kami selaku anak cucu yang berada di rantau sangat merasa terpanggil untuk menghadiri kegiatan ini, rasa cinta terhadap negeri mengingatkan kita akan bencana 120 tahun silam kami begitu merasa terpukul saat mendangar guncangan gempa yang melanda maluku hingga merembet sampai ke negeri ini membuat basudara semua panik dan harus mengungsi kehutan. dengan nada tersengau sambil meneteskan membuat semua masyarakat ikut meneteskan air mata saat itu.

"Di kesempatan itu juga panitia membagikan sembako kepada janda dan lansia yang di serahkan langsung oleh kepala Pejabat Pemerintah Negeri Rutah, ketua Ikolola jakarta, serta Wakil Ketua Saniri Negeri Rutah.

Selaku ketua panitia. Ardiansyah Wattimena dalam akhir laporannya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, Wattimena juga dengan segala rendah hati mengucapkan permohonan maaf yang sebesar besarnya apabila selama berjalannya acara ini dari awal hingga akhir terdapat kekurangan kekurangan yang kiranya telah kami buat, kedepannya akan kami perbaiki agar lebih baik lagi dari hari ini," harapnya. (MCJ)
Malteng 8608316477062363265

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

IKLAN

TRENDING TOPIC