Kalarkalar - Salarem Resmi Berdamai, Bupati Aru Ajak Masyarakat Tinggalkan Konflik dan Perkuat Persaudaraan
https://www.malukuchannelonline.com/2026/07/kalarkalar-salarem-resmi-berdamai.html
DOBO, MALUKU CHANNEL - Babak baru kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru dimulai dengan tercapainya kesepakatan damai antara Desa Kalarkalar dan Desa Salarem. Setelah melalui serangkaian mediasi dan pendekatan yang melibatkan berbagai pihak, kedua desa akhirnya mengakhiri konflik dan menyatakan komitmen untuk kembali hidup berdampingan dalam suasana penuh persaudaraan.
Ikrar perdamaian berlangsung dihalaman Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Sabtu (04/07/2026), dan menjadi simbol keberhasilan upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Aru bersama tokoh adat, tokoh agama, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun rekonsiliasi yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.
Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, memimpin langsung prosesi perdamaian tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesepakatan damai ini bukan sekadar mengakhiri perselisihan, tetapi menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan nilai-nilai adat tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Aru.
Menurut Bupati Aru, seluruh proses yang telah dilalui patut dihargai sebagai bentuk kedewasaan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan. Ia mengajak semua pihak menjaga hasil perdamaian agar tidak lagi muncul konflik yang dapat merusak hubungan kekeluargaan antar desa.
Bupati Aru, juga menegaskan posisinya sebagai pemimpin yang berkewajiban melindungi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi pertikaian yang dipicu persoalan pribadi hingga berkembang menjadi konflik yang melibatkan masyarakat luas.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga warisan persaudaraan yang telah ditanamkan para leluhur. Menurutnya, setiap perbedaan harus disikapi dengan dialog dan musyawarah, bukan dengan permusuhan.
Lebih lanjut, Bupati Aru mengajak seluruh masyarakat menjadikan perdamaian antara Kalarkalar dan Salarem sebagai momentum membangun Kabupaten Kepulauan Aru yang aman, rukun, dan harmonis. Ia menilai persatuan merupakan modal utama dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Prosesi perdamaian turut disaksikan Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Aru, Mohammad Djumpa unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat persatuan di Bumi Jargaria.
Kesepakatan damai yang terjalin antara kedua desa diharapkan menjadi contoh bagi seluruh masyarakat bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog, kebijaksanaan, dan semangat kekeluargaan. Dengan demikian, kehidupan yang aman, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan dapat terus terpelihara di Kabupaten Kepulauan Aru. (MMC)