Bupati Malteng Sambut Pelayar Dunia, Darwin - Banda Yacht Race 2026 Promosikan Banda di Kancah Internasional
https://www.malukuchannelonline.com/2026/08/bupati-malteng-sambut-pelayar-dunia.html
MASOHI, MALUKU CHANNEL - Kepulauan Banda kembali menjadi perhatian dunia melalui penyelenggaraan Darwin - Banda Yacht Race 2026, sebuah ajang pelayaran internasional yang mempertemukan para pelayar dari berbagai negara sekaligus memperkuat posisi Banda sebagai destinasi wisata maritim, sejarah dan warisan Jalur Rempah dunia.
Sebanyak 14 yacht dengan 74 pelayar dari Australia dan sejumlah negara berhasil menuntaskan pelayaran internasional dari Darwin, Australia, menuju Banda Neira. Para peserta memulai pelayaran, Sabtu, (01/08/2026), dan secara bertahap memasuki perairan Banda, pada 03 hingga 04 Agustus 2026, sebelum mengikuti rangkaian Welcome Ceremony Darwin - Banda Yacht Race 2026 yang mengusung Tema: "The Spirit of Spice Islands", Kamis (06/08/2026).
Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Rahmat, SH, M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir, SP, M.AP menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kehadiran para pelayar internasional yang telah memilih Banda sebagai tujuan pelayaran.
Menurutnya, kehadiran peserta yacht race bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi menjadi simbol persahabatan antar bangsa sekaligus momentum memperkenalkan kembali Banda sebagai kawasan bersejarah yang pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dunia.
"Laut yang dahulu menjadi jalur perdagangan kini menjadi jalur persahabatan. Angin yang dahulu membawa rempah, kini membawa semangat persaudaraan antar bangsa. Kami menyambut seluruh peserta di Banda Neira, Kepulauan Rempah yang telah dikenal dunia sejak berabad-abad lalu," ungkap Bupati Malteng.
Zulkarnain Awat Amir, menegaskan bahwa Kepulauan Banda memiliki kekayaan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Selain panorama alam laut yang memukau, Banda juga menyimpan benteng-benteng peninggalan kolonial, situs-situs bersejarah, budaya masyarakat yang tetap terjaga, serta rempah-rempah yang pernah menjadi komoditas paling bernilai di dunia.
Ia berharap para peserta dapat menikmati seluruh pesona Banda dan membawa pengalaman tersebut sebagai cerita yang akan memperkenalkan Kabupaten Malteng kepada masyarakat internasional.
Sementara itu, Kabag Prokopim Setda Malteng, Rahmat mengatakan, bahwa Darwin - Banda Yacht Race merupakan agenda internasional yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat promosi pariwisata daerah.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan identitas Banda sebagai kawasan bersejarah yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan rempah-rempah kepada dunia internasional.
"Ajang ini bukan hanya tentang pelayaran, tetapi juga tentang memperkenalkan identitas Banda sebagai kawasan bersejarah yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan rempah-rempah. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi peluang untuk memperluas promosi pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Kabag Prokopim.
Rahmat menambahkan, penyelenggaraan event berskala internasional ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Malteng dalam membangun citra Banda sebagai destinasi wisata bahari dan sejarah yang mampu bersaing ditingkat global.
Darwin - Banda Yacht Race 2026 diselenggarakan oleh Ambon Sailing Community (ASC) dan telah menjadi salah satu agenda pelayaran internasional yang menghubungkan Darwin, Australia, dengan Kepulauan Banda.
Selain mempererat hubungan persahabatan lintas negara, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, memperluas jaringan promosi pariwisata Kabupaten Malteng ditingkat internasional, serta memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, ekonomi kreatif, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Banda.
Pemda Malteng turut menyampaikan apresiasi kepada ASC beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Darwin - Banda Yacht Race 2026.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas pelayaran, dan masyarakat, Banda diyakini akan semakin dikenal sebagai destinasi maritim kelas dunia yang memadukan keindahan alam, kekayaan sejarah, warisan Jalur Rempah, budaya yang autentik, serta keramahan masyarakat dalam satu pengalaman wisata yang berkesan.
Darwin - Banda Yacht Race 2026 menjadi bukti bahwa Banda tidak hanya menyimpan sejarah besar masa lalu, tetapi juga memiliki masa depan yang cerah sebagai gerbang wisata bahari Indonesia dikawasan timur sekaligus ikon Jalur Rempah yang terus menarik perhatian dunia. (MC-JB)