Loading...

SMK Negeri 1 Kota Tual Jadi Pelopor Pendidikan Vokasi di Kawasan Tenggara Provinsi Maluku

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Tual, Samsudin Rumaf, S.Pd

TUAL, MALUKUCHANNELONLINE.COM -
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Tual, Samsudin Rumaf, S.Pd saat dihubungi Media ini lewat Ponselnya, Sabtu (02/01/2021).

Menurut Rumaf, kesiapan Sekolahnya sudah seratus persen dan hal tersebut sesuai dengan penetapan dari Dirjen Pendidikan Vokasi pada saat pelaksanaan Webinar beberapa waktu lalu.

Rumaf lantas mengutip pernyataan Pak Wikan saat pelaksanaan Webinar Pendidikan Vokasi ditengah Pandemi Covid-19. Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi seperti 'mak comblang' di Dunia Pendidikan dan Dunia Industri, dengan penyelarasan Kurikulum dan peningkatan kompetensi.

Saat ini ada 2.220 Kampus Vokasi, 14 ribu SMK, dan 17 ribu Lembaga Pelatihan yang ada untuk membangun integrasi Bonus Demografi dengan Kebutuhan Dunia Kerja. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Wikan Sakarinto mengatakan, salah satu Daerah yang dapat menjadi Contoh dalam pengembangan Pendidikan Vokasi yakni di Jawa Timur, yang ke depannya diharapkan bisa menjadi Lumbung SDM Berkualitas.

Selain itu menurutnya peran perempuan dalam Dunia Vokasi juga menjadi penting, terutama dalam sektor tertentu. Dunia Vokasi Harus Bisa menghasilkan Real Produk dan Karya Nyata. Karakter wanita Indonesia ini sangat baik sekali dan relevan sehingga bonus demografi bisa holistik yang terdiri dari kekuatan pria dan wanita.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wikan Sakarinto

Dengan demikian Indonesia akan mendapatkan Bonus Demografi yang Benar-Benar Bonus kata Wikan. Dia menegaskan Sekolah Vokasi bukanlah sekedar 'Pencetak Ijazah' yang skill kelulusannya masih dipertanyakan, melainkan menghasilkan Tenaga Kerja yang dapat langsung terserap ke Industri, baik dari sisi soft skill maupun hard skillnya.

Kurikulum yang dirancang pun bukan hanya sekedar berisi pengetahuan, melainkan pendidikan yang dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Vokasi adalah pendidikan yang menuntun anak-anak menjadi pembelajaran mandiri dan menciptakan ilmunya.

"Filosofinya adalah menuntun anak-anak untuk mengisi apa yang dia senangi, yang penting untuk menjadi yang terbaik, jadi kurikulum kita bukan single measurement," katanya.

Dia pun mengapresiasi perusahaan-perusahan yang telah terlibat dalam pembinaan dan kerjasama dengan lembaga Vokasi untuk tempat Magang dan Riset Terapan untuk membina pengembangan kurikulum vokasi.

Vokasi adalah untuk menciptakan pendidikan yang kompeten dan sesuai sehingga setiap anak yang masuk harus sesuai dengan gairah dan passion, baik itu perempuan dan laki-laki. Yang penting kompetensi, hard skill dan soft skill yang kuat, jadi kami di Direktorat Jenderal Vokasi bukan hanya mencetak ijazah tapi harus dengan kompetensi yang kuat.

Wikan juga menegaskan penerimaan siswa baru di SMK maupun kampus manapun di Indonesia tidak ada peraturan mengenai proporsi gender, sehingga calon siswa baru yang diterima maupun yang telah lulus adalah murni adalah mereka yang berprestasi dan memiliki kompetensi.

Saat ini vokasi pun tengah dikembangkan di wilayah Indonesia timur untuk pemerataan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia, terutama di wilayah perbatasan dan kawasan-kawasan industri baru. "Kami sedang membangun unit sekolah baru di Indonesia Timur, jadi anggaran kami untuk mengembangkan SMK dan Politeknik di Indonesia timur dan tengah khususnya tematiknya kawasan perbatasan atau KEK atau pariwisata. Wanita dan pria diberikan kesetaraan," kata Wikan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Mitras DUDI Kemendikbud, Ahmad Saufi mengatakan pemerintah selalu mengupayakan pemerataan pendidikan tanpa mengenal gender, sehingga vokasi sangat terbuka bukan hanya untuk laki-laki melainkan perempuan.

Selain itu sarana dan prasarana pendidikan vokasi menunjang keterlibatan perempuan untuk aktif cari ilmu, termasuk di bidang mesin perkakas, dan bidang ekonomi kreatif. Undang-undang kita juga tidak membedakan hak laki-laki dan perempuan mendapatkan pendidikan. "Semua secara sistem tidak ada perbedaan kesempatan mendapatkan pendidikan begitu juga dalam Pendidikan Vokasi," tutup Saufi. (MCS)

Tual 3342717920436826537

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

IKLAN

TRENDING TOPIC