Loading...

Proyek Air Bersih di Desa Haria Malteng Terkesan Amburadul

Ilustrasi
AMBON, Malukuchannel.com - Proyek Air Bersih Bernilai Ratusan Juta Rupiah di Dusun Saka Mese Nusa (Haria Gunung, red) Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) terkesan dikerjakan Amburadul.

Proyek dengan sumber dana APBD II itu diduga dikerjakan tanpa perencanaan dan dikerjakan asal- asalan, bahkan tidak ada papan proyek di lokasi pekerjaan. Proyek siluman yang mulai dikerjakan akhir Desember 2018 lalu, terpaksa dihentikan paksa oleh Pemerintah Negeri Haria, sejak Jumat (04/01/2019) Pekan kemarin.

Sekretaris Desa Haria, Leo Manuhutu yang dikonfirmasi, mengaku langkah ini dilakukan karena pihak PU Malteng maupun kontraktor pelaksana tidak pernah melakukan koordinasi dengan pemerintah negeri maupun dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku sebagai pemilik proyek air bersih di Dusun Haria Gunung.

"Tidak ada pemberitahuan sama sekali, bahkan tiba-tiba dipaksakan kerja akhir tahun 2018. Ada yang tidak beres,’’ ujar Leo.

Leo mengatakan, langkah ini dilakukan seiring surat Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (P.SPAM) Dinas PUPR Provinsi Maluku ke Pemerintah Negeri Haria dan pihak kepolisian setempat.

“Isinya meminta pemerintah negeri dan pihak kepolisian untuk secepatnya menghentikan kegiatan proyek milik dinas PU Malteng,” terangnya.

Lebih lanjut Leo menjelaskan, tahun 2018 lalu , Satker P.SPAM Dinas PUPR Provinsi Maluku, sudah membangun sarana air bersih di Dusun Haria Gunung dengan menggunakan APBN 2018 senilai Rp3 miliar lebih.

‘’Sudah berfungsi dan dinikmati masyarakat, hanya saja masih dalam masa pemeliharaan dan itu masih menjadi tanggungjawab PUPR Provinsi Maluku dan kontraktor pelaksana,’’ tutur Leo.

Leo mengaku terkejut, ketika di akhir tahun 2018 tiba-tiba ada pekerjaan air bersih yang dikerjakan dari sumber yang sama.

"Kami kaget sebelum perayaan Natal, diinformasikan oleh warga ada pekerjaan pemasangan Sambungan Rumah (SR) oleh kontraktor dari Maluku Tengah dengan sistem melakukan teping (sambung,red ) dari pipa distribusi, tanpa ada koordinasi dengan Satker P.SPAM sebagai pemilik proyek dan pemerintah negeri,’’ kata Leo.

Selain tidak ada koordinasi, dalam pelaksanaan pekerjaan tidak tertera papan proyek alias siluman dan tidak diketahui berapa besar anggaran untuk paket air bersih milik PU Malteng tersebut. Juga tidak diketahui siapa kontraktor pelaksana.

Bocoran dari masyarakat, kata Leo, proyek air bersih milik PU Malteng itu dikerjakan pengusaha besar dari Maluku Tengah, bernama Hau, namun tidak diketahui pasti berapa jumlah anggaran yang terserap untuk paket tersebut.

Fakta lapangan menunjukan, pipa yang dipakai juga bukan pipa standar. Pipa 1 inchi dan 1,5 inchi yang dipakai adalah pipa berwarna putih yang mudah rusak. Leo menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat pihaknya akan berterima kasih kalau PU Malteng mau membantu.

“Hanya saja perlu koordinasi dengan PU Provinsi dan pemerintah negeri, sebab dikuatirkan jika dipaksakan proyeknya jalan maka ada masyarakat yang dapat dan sebagian tidak dapat. Itu akan menimbulkan kecemburuan serta kesenjangan yang bisa saja berdampak negatif bagi masyarakat,’’ tutur Leo.

Kepala Dinas PU Malteng, Josman Pabisa, belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi via telepon seluler dalam kondisi tidak aktif..

Hau, yang diduga kontraktor pelaksana saat dihubungi via telepon menjawab bukan dia orangnya.

"Saya bukan Hau, maaf salah sambung," katanya. Hanya saja, ketika dihubungi melalui layanan pesan singkat, dia sempat membalas tidak takut. (**)
Malteng 4417570365565390911

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

IKLAN

ORGANISASI PROFESI

TRENDING TOPIC