Loading...

Buka Latsar CPNS, Bupati Malteng Tekankan Jiwa Pengabdian Aparatur Negara

MASOHI, MALUKU CHANNEL - Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain Awat Amir, SP, M.AP menegaskan bahwa Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat, melainkan proses penting dalam membentuk karakter, kompetensi, disiplin, integritas, dan jiwa pengabdian calon aparatur negara.

Hal tersebut disampaikan Bupati, saat membuka Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan 40 - 43 dan Golongan II Angkatan 17 - 18 dilingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Malteng tahun 2026, di Kota Masohi, Jumat (11/09/2026).

Peserta pelatihan dasar CPNS Golongan III dan II sebanyak 233 orang dengan rincian sebagai berikut golongan 3 sebanyak 141 orang golongan 2 sebanyak 82 orang perempuan sebanyak 179 orang laki-laki sebanyak 54 orang.

Dalam sambutannya, Bupati Malteng mengatakan para peserta yang telah memilih menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berarti telah memilih jalan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kelulusan sebagai CPNS bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggungjawab yang lebih besar.

"Latsar ini bukan sekadar formalitas. Bukan hanya supaya nanti dapat sertifikat, lalu selesai. Ini adalah proses untuk membentuk karakter, kompetensi, disiplin, integritas, dan jiwa pengabdian saudara sebagai calon aparatur negara," ungkapnya.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah semakin tinggi. ASN dituntut mampu bekerja secara profesional, disiplin, loyal, berintegritas, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Bupati Malteng, juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Latsar yang dilakukan secara daring. Ia mengingatkan peserta agar tidak menganggap pembelajaran dari rumah sebagai alasan untuk mengikuti kegiatan secara santai.

"Daring itu bukan berarti santai. Jangan sampai nanti kameranya menyala, tetapi orangnya kemana-mana. Jangan sampai Widyaiswara sedang menjelaskan materi, saudara sedang sibuk dengan urusan lain," ujarnya.

Untuk memastikan seluruh peserta mengikuti proses secara serius, Zulkarnain menyebut dirinya telah meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malteng melakukan monitoring dan evaluasi secara serius.

Ia bahkan menegaskan, agar peserta yang tidak disiplin atau tidak mengikuti proses pembelajaran sesuai ketentuan diberikan evaluasi, termasuk tidak dipaksakan untuk dinyatakan lulus.

"Kalau ada peserta yang tidak serius, tidak disiplin, atau tidak mengikuti proses sebagaimana mestinya, jangan ragu untuk memberikan evaluasi sesuai ketentuan. Jangan dipaksakan lulus," tegasnya.

Zulkarnain, mengingatkan bahwa kesempatan menjadi ASN merupakan sesuatu yang harus disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Sebab, banyak masyarakat yang ingin mendapatkan kesempatan tersebut.

Karena itu, ia meminta para peserta mulai membiasakan diri bekerja secara disiplin, bertanggungjawab, memiliki target, serta memastikan setiap pekerjaan yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat.

ASN Harus Menghidupkan Nilai BerAKHLAK

Lebih lanjut, Bupati Malteng mengingatkan peserta untuk menjadikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Nilai BerAKHLAK meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Menurut Zulkarnain, nilai-nilai tersebut tidak boleh hanya menjadi slogan yang dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan pekerjaan sehari-hari.

"Kalau masyarakat datang, layani dengan baik. Kalau masyarakat bertanya, jawab dengan sopan. Kalau ada persoalan, cepat cari dan temukan solusinya," katanya.

Ia menegaskan bahwa ASN merupakan wajah pemerintah ditengah masyarakat. Kualitas pelayanan yang diberikan ASN akan turut menentukan bagaimana masyarakat menilai kehadiran pemerintah.

"Wajah ASN adalah wajah pemerintah. Kalau ASN-nya ramah, disiplin, cepat dan memberikan solusi, masyarakat akan mengatakan pemerintah hadir. Sebaliknya, kalau pelayanan lambat, tidak peduli, dan masyarakat dipingpong kesana-kemari, yang dinilai juga pemerintah," jelasnya.

Bupati Malteng, berharap para peserta Latsar dapat menjadi bagian dari masa depan birokrasi Kabupaten Malteng yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia menekankan bahwa ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bekerja, tetapi juga harus memahami untuk siapa pengabdian tersebut dilakukan.

"Kita bekerja untuk masyarakat. Kita digaji oleh negara. Dan negara mempercayakan kepada kita untuk memberikan pelayanan terbaik," tandasnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta bersama-sama membangun birokrasi di Malteng yang hadir, bekerja, melayani, dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM Provinsi Maluku, para Widyaiswara, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Latsar CPNS Tahun 2026. (MC-JB)
Malteng 6946746605731561231

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

ORGANISASI PROFESI

TRENDING TOPIC