Bupati Malteng Terima Kunjungan Rektor Universitas Banda Neira, Dorong Jadi Etalase Pariwisata Dunia
https://www.malukuchannelonline.com/2026/09/bupati-malteng-terima-kunjungan-rektor.html
MASOHI, MALUKU CHANNEL - Bupati Maluku Tengah (Malteng), Zulkarnain Awat Amir, SP, M.AP menerima kunjungan Rektor Universitas Banda Neira, Budiono Senen, bersama Ketua Yayasan Warisan Budaya Banda, Syarifudin Arsyad, di Kabupaten Malteng, Kamis (10/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Malteng, dunia perguruan tinggi, serta para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan Banda secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Banda selama ini dikenal memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat kuat. Kawasan ini juga menyimpan potensi besar disektor pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, serta pengembangan berbagai aktivitas berbasis warisan budaya.
Dalam pertemuan itu, pembahasan diarahkan pada pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor agar potensi Banda dapat dikelola secara terpadu. Pemda memandang keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran strategis, terutama dalam memberikan dukungan berbasis pengetahuan, riset, inovasi, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir menegaskan bahwa pengembangan Banda tidak cukup hanya dilakukan dengan membangun sektor pariwisata semata. Keberadaan warisan sejarah dan budaya harus tetap dijaga sehingga kemajuan pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah yang menjadi identitas kawasan tersebut.
Menurutnya, masyarakat juga harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengembangan Banda. Dengan demikian, manfaat dari pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
Pemda Malteng, lanjut Bupati, terbuka terhadap berbagai bentuk kerjasama dengan perguruan tinggi, yayasan, komunitas budaya, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat pengembangan Banda.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan konsep pengembangan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat pendidikan, penelitian, pelestarian warisan budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Banda memiliki posisi penting dalam sejarah di Maluku dan dunia. Kekayaan sejarah tersebut menjadi modal besar untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan yang memiliki daya tarik internasional dengan tetap mempertahankan karakter dan keaslian budaya masyarakat setempat.
"Kita ingin Banda tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga menjadi etalase pariwisata dunia sekaligus salah satu penggerak pengembangan di Provinsi Maluku, khususnya Kabupaten Malteng," demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Pemda, berharap kolaborasi antara pemerintah, universitas, yayasan dan berbagai pihak lainnya dapat terus diperkuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Banda sebagai kawasan yang maju, berdaya saing, namun tetap menjaga warisan sejarah dan budaya yang menjadi kekuatan utamanya.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis pengetahuan, Banda diharapkan mampu berkembang sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman sejarah, kekayaan budaya, pendidikan, serta peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat. (MC-JB)