Loading...

Siklus Gempa Elpaputih Butuh Waktu Lama

Ilustrasi
AMBON, Malukuchannel.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan, siklus gempa bumi tektonik yang melanda di Pulau Seram yang dikenal dengan gempa Elpaputih yang mengakibatkan terjadi longsoran hingga menenggelamkan sebuah kampung membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Gempa Elpaputih itu terjadi pada 30 September 1899 dengan kekuatan Magnitudo 7,0 saat itu dan hingga sekarang belum terjadi lagi gempa yang besar di wilayah tersebut," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG pusat gempa regional IX Ambon, Andi Azhar Rusdin di Ambon, Senin (14/10/2019).

Untuk kemungkinan siklusnya, kalau bicara proses geologi berarti ini adalah proses yang terjadi saat ini merupakan cerminan masa lampau dan akan terulang lagi.

"Jadi siklus untuk peristiwa di Elpaputih dengan kekuatan yang sama bisa terulang tetapi butuh waktu yang lama," tegas Andi Azhar.

Dia juga membantah rumor tentang Pulau Ambon, Seram, dan Lease yang akan masuk ke dasar Palung Banda.

Menurut dia, Palung Banda terbentuk karena proses tumbukan lempeng indo Australia dan lempeng Euroasia sehingga membentuk lipatan-lipatan di dasar laut.

"Untuk posisi palung banda sendiri tidak menyentuh Pulau Ambon dan Lease sehingga informasi yang beredar di masyarakat bahwa wilayah ini akan tenggelam adalah informasi sesat yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," ungkap Andi Azhar.

Rasa kekhawatiran masyarakat karena fakta ada desa di Tanjung Elpaputih yang pernah tenggelamkan akibat patahan, sebenarnya itu akibat gempa bumi tektonik yang besar di Pulau Seram dan terjadi gelombang air pasang (tsunami) dan ada pelepasan material atau longsoran dalam bentuk yang sangat besar. (TM/MC)
Seram Bagian Barat 1535787192344508052

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

IKLAN

IKLAN

TRENDING TOPIC