Loading...

PK Partai Golkar Telutih Minta Hasil Pengumuman Seleksi KPPS Negeri Laimu Ditinjau Kembali

MASOHI, MALUKU CHANNEL ONLINE - Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Telutih, Muhamad Rais Kumkelo menilai bahwa, Proses perekrutan kelompok penyelanggara pemungutan suara (KPPS) Desa Laimu sarat dengan kepentingan politik pada, Minggu (28/01/2024).

Ada beberapa alasan mendasar yang sangat urgen dan segera menjadi perhatian bagi Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

"Alasan yang mendasar sehingga, Ketua PK Golkar Kecamatan Telutih ini setelah di Konfirmasi adalah ada Indikasi "Keterlibatan PPS Laimu yang mengarahkan anggota KPPS untuk meloloskan salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malteng," ungkapnya.

Terdapat anggota KPPS yang tidak memiliki latar belakang Pendidikan SMA sebagaimana amanat Udang-undang nomor 7 huruf h tentang Pemilu. Terdapat anggota KPPS yang tidak memiliki surat keterangan kesehatan sebagaimana amanat UU Pemilihan Umum (Pemilu).

Pihak pelapor sudah melaporkan hal ini ke Jajaran Bawaslu Kecamatan Telutih sesuai nomor surat 002/LP/TLP/I/2024 yang diteruskan ke Bawaslu Kabupaten Malteng.

"Namun, pihak pelapor merasa jawaban Bawaslu Kabupaten Malteng tidak memberikan jawaban sesuai dengan tuntutan mereka," ujarnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Malteng saat di Konfirmasi tidak memberikan jawaban dan terkesan No Coment terhadap masalah tersebut.

Dalam laporan ke Panwaslu Kecamatan Telutih pelapor melengkapi bukti-bukti yang Otentik. Sesuai amanat UU nomor 7 tahun 2017 huruf H sudah sangat jelas dan gamblang menjelaskan, syarat-syarat perekrutan kelompok penyelenggara pemungutan suara.

Ketua PK Golkar Kecamatan Telutih dalam wawancaranya meminta agar jajaran KPU mereview dan membatalkan keputusan tentang hasil kelompok penyelanggara pemungutan suara di Desa Laimu. (MCL)
Malteng 7257711942608583256

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

IKLAN

TRENDING TOPIC