Bupati dan Wabup Malteng Lepas Saparua Berlari 10 KM, Semarakkan HUT Ke-69 Kota Masohi
https://www.malukuchannelonline.com/2026/10/bupati-dan-wabup-malteng-lepas-saparua.html
SAPARUA, MALUKU CHANNEL - Semangat sportivitas, kebersamaan, dan promosi potensi daerah mewarnai pelaksanaan Fun Run 10 Kilometer bertajuk "Saparua Berlari" yang berlangsung di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kota Masohi Tahun 2026 ini dilepas langsung oleh Bupati Malteng, Zulkarnain Awat Amir, bersama Wakil Bupati (Wabup) Malteng, Mario Lawalata, serta sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malteng.
Sebanyak 176 pelari mengikuti ajang tersebut. Para peserta berasal dari Pulau Saparua, berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara. Kehadiran peserta dari beragam latar belakang ini menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Perlombaan dimulai dan diakhiri didepan Benteng Duurstede, salah satu situs bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Saparua.
Dari titik tersebut, para peserta menempuh rute sepanjang 10 kilometer dengan melintasi sejumlah lokasi, diantaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saparua, Puskesmas Porto Haria, hingga Taman Wisata Pantai Batu Pintu Haria.
Rute yang dipilih tidak hanya menghadirkan tantangan bagi para pelari, tetapi juga menawarkan pengalaman menikmati suasana Pulau Saparua dengan kekayaan sejarah dan potensi wisata alamnya.
Pemanfaatan kawasan Benteng Duurstede sebagai lokasi kegiatan turut memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan acara. Selain menjadi arena olahraga, kawasan bersejarah tersebut menjadi daya tarik yang memperkuat identitas Saparua sebagai salah satu wilayah penting dalam sejarah di Maluku.
Persaingan berlangsung dalam kategori putra dan putri. Pada kategori putra, Muhammad Rizki Ode, pelari asal Tulehu, berhasil menjadi peserta pertama yang menyentuh garis finish dengan catatan waktu 38 menit.
Sementara itu, pada kategori putri, Mey Latuperissa asal Haria tampil sebagai finisher pertama dengan catatan waktu 51 menit.
Hasil tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pelaksanaan Saparua Berlari. Keberhasilan kedua pelari ini juga memperlihatkan potensi atlet yang dapat terus dikembangkan melalui penyelenggaraan kegiatan olahraga secara berkelanjutan.
Ajang lari seperti ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi para pelari untuk mengasah kemampuan, meningkatkan daya saing, serta membangun budaya olahraga yang lebih kuat ditengah masyarakat.
Pemilihan Pulau Saparua sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada sejarahnya dalam perkembangan olahraga di Kabupaten Malteng. Pulau ini dikenal telah melahirkan sejumlah atlet berprestasi, khususnya pada cabang olahraga atletik.
Karena itu, Saparua Berlari tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari jadi Kota Masohi, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat olahraga di daerah.
Keterlibatan masyarakat dan peserta dari berbagai wilayah diharapkan dapat mendorong lahirnya bibit-bibit atlet baru yang mampu bersaing ditingkat regional, nasional, bahkan internasional.
Selain pembinaan atlet, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik.
Disisi lain, penyelenggaraan Saparua Berlari memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan potensi sejarah, budaya, dan pariwisata Kabupaten Malteng.
Benteng Duurstede, yang menjadi titik start dan finish, serta kawasan wisata Pantai Batu Pintu Haria merupakan bagian dari kekayaan destinasi yang dapat diperkenalkan kepada pengunjung dari luar daerah.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara membuka peluang untuk memperluas promosi Pulau Saparua sebagai destinasi yang memiliki daya tarik sejarah dan keindahan alam.
Kegiatan olahraga berbasis destinasi seperti ini juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha lokal yang menyediakan kebutuhan peserta dan pengunjung.
Dengan demikian, olahraga dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat pengenalan identitas daerah.
Pelaksanaan Saparua Berlari menjadi salah satu bentuk kegiatan positif dalam rangkaian peringatan HUT ke-69 Kota Masohi Tahun 2026. Kegiatan ini memadukan semangat kompetisi, gaya hidup sehat, pelestarian identitas sejarah, dan promosi potensi daerah.
Melalui kegiatan tersebut, semangat sportivitas diharapkan terus tumbuh ditengah masyarakat, sementara potensi atlet lokal memperoleh ruang untuk berkembang dan destinasi wisata di Malteng semakin dikenal luas.
Saparua Berlari pun menjadi gambaran bahwa olahraga bukan hanya tentang mencapai garis finish, melainkan juga tentang membangun persaudaraan, menggerakkan masyarakat, dan memperkenalkan kekayaan daerah kepada dunia.
Dengan dukungan berbagai pihak dan partisipasi masyarakat, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi mendorong kemajuan olahraga, pariwisata, dan pembangunan daerah di kabupaten malteng. (MC-JB)